Cara membuat aplikasi website

Cara membuat aplikasi website responsif

Cara membuat aplikasi website tidaklah sesulit yang orang umumnya bayangkan. Karenakan tuntutan zaman dimana banyak orang yang sudah dapat mengakses Aplikasi melalui smartphone maka developer zaman sekarang tertuntut untuk mengembangkan Aplikasi yang dapat akses melalui web maupun Mobile. Melalui artikel ini pembaca dapat memahami Alur Pengembangan Aplikasi secara responsif dengan mudah menggunakan bahasa pemrograman flutter.

Mengenal perbedaan tampilan statis, responsif, dan adaptif

Membuat aplikasi website Statis

Cara membuat aplikasi website tampilan statis merupakan tampilan paling umum dan paling mudah karena memungkinkan developer mengembangkan aplikasi dengan tidak memperhatikan faktor kesesuaian dimensi layar dan perangkat yang mengakses. Interaksi antara user dan aplikasi web hanya sebatas pemrosesan link oleh user.

Aplikasi website Responsif

Tampilan responsif memungkinkan pengguna mengatur kesesuaian tampilan aplikasi dengan perangkat user sehingga meningkatkan kenyamanan berbagai macam demografi perangkat seperti desktop, smartphone, bahkan smartwatch. Tampilan yang sesuai umumnya berupa besarnya tampilan gambar beserta tombol dan perubahan tata letak jika pada beberapa perangkat berdimensi kecil.

Adaptif

Tampilan adaptif kurang lebih sama dengan responsif, namun jika pada kondisi ekstrim yang sama dengan responsif maka adaptif akan merubah beberapa fitur menjadi sangat berbeda. Sebagai contoh jika awalnya tampilan menu berada pada header atas maka pada tampilan adaptif akan berubah menjadi slide untuk dimunculkan.

Tujuan membuat aplikasi website responsif

Meningkatkan User Experience

Cara membuat aplikasi website tujuan utamanya adalah pada tampilan aplikasi responsif dapat meningkatkan pengalaman yang nyaman bagi pengunjung dengan berbagai macam device yang berbeda. Kenyamanan pengunjung memungkinkan semakin banyak page dan waktu yang dalam aplikasi anda. Namun jika aplikasi anda tidak mendukung tampilan responsif maka user harus memperbesar dan memperkecil tampilan secara manual sehingga user akan menjadi tidak nyaman dan dengan cepat meninggalkan aplikasi anda

Pengurangan biaya

Dengan menggunakan tampilan responsif maka anda membuat satu aplikasi yang hanya tampilannya sesuai untuk berbagai perangkat. Biaya yang keluarkan pun hanya untuk mengembangkan satu aplikasi saja. Selain itu maintenance aplikasi tersebut menjadi lebih mudah karena hanya ada satu source utama.

Memudahkan optimasi SEO

Membuat aplikasi website juga harus SEO friendly. Optimasi SEO akan menjadi lebih mudah karena hanya perlu menjalankan berbagai campaign yang dapat mengarahkan ke source utama maka perangkat desktop dan mobile pun dapat mengaksesnya. Maka jumlah pengakses akan meningkat dua kali lipat.

Framework Pengembangan Aplikasi tampilan responsive

Flutter merupakan framework open source dari Google untuk mengembangkan aplikasi responsif baik untuk tampilan desktop (Windows, Mac, Linux), browser (Google, Baidu), sampai mobile ( Android, Ios). Flutter sendiri banyak berbagai aplikasi antaranya e commerce seperti ebay dan bahkan google sendiri menciptakan Google Ads. 

Kelebihan dan kelemahan flutter

Beberapa hal mengembangkan aplikasi menggunakan flutter adalah :

Kelebihan

  1. Popularitas

Popularitas flutter terus meningkat secara drastis semenjak pada tahun 207 silam. Faktor utama flutter terus dapat apresiasi oleh developer karena pemanfaatanya secara luas untuk mengembangkan aplikasi berbasis cross-platform web maupun mobile.

  1. Performa tinggi

Flutter kompilasi berdasarkan engine C/C++ sehingga aplikasi dapat berjalan dengan performa yang tinggi. Selain itu flutter aplikasi yang pengembangannya dapat mencapai 120 frame per detik jika perangkat mendukung, dan 60 frame per detik pada perangkat yang stabil.

  1. Satu user interface

Flutter sangat meringankan membuat design user interface karena hanya perlu mendesain satu interface untuk seluruh platform. Sehingga mempercepat proses pembuatan aplikasi membuat developer dapat berfokus lebih dalam pengembangan fitur.

  1. Pembelajaran yang lebih singkat

Dengan menggunakan flutter anda hanya perlu mempelajari satu bahasa pemrograman beserta library nya sehingga tidak perlu untuk mempelajari berbagai bahasa untuk perangkat yang berbeda. 

Kelemahan

  1. Ukuran file yang besar

Ukuran file aplikasi yang di develop menjadi lebih besar daripada umumnya. Perlu usaha ekstra bagi developer untuk merampingkan aplikasi dan membuang fitur yang tidak perlu, mengurangi gambar, sampai meminimalisir penggunaan library.

  1. Lemah dalam mendukung Ios

Flutter memang kembangkan oleh Google sehingga pengembangan bahasa pemrograman akan terus memaksimalkan untuk mendukung android selaku sistem operasi yang dikembangkan oleh google.

Langkah membuat aplikasi dengan flutter

  1. Install flutter kit

Anda perlu menginstal package flutter yang sesuai dengan perangkat anda melalui situs resminya di sini. Setelah itu ekstrak rar yang sudah download dan lakukan install pada harddisk yang anda inginkan. Lalu lakukan restart system agar dapat teraplikasi tanpa kendala

  1. Memulai edit program pertama

Sebagai permulaan anda dapat mulai mengembangkan tampilan interface utama anda yang dapat dimulai dengan coding sebagai berikut :

lib/main.dart

content_copy

// Copyright 2018 The Flutter team. All rights reserved.

// Use of this source code is governed by a BSD-style license that can be

// found in the LICENSE file.

import ‘package:flutter/material.dart’;

void main() => runApp(MyApp());

class MyApp extends StatelessWidget {

  @override

  Widget build(BuildContext context) {

    return MaterialApp(

      title: ‘Welcome to GeekGarden’,

      home: Scaffold(

        appBar: AppBar(

          title: const Text(‘Welcome to GeekGarden’),

        ),

        body: const Center(

          child: Text(‘Hello Buddy’),

        ),

      ),

    );

  }

}

Tampilan coding tersebut akan tervisualisasi sebagai berikut

Source : https://flutter.dev/docs/get-started/codelab

  1. Mempelajari fitur yang tersedia

Setelah anda mulai mengenal cara menulis pemrograman pada flutter maka anda perlu mulai familiar dengan syntax flutter. Selain itu anda mulai bisa mengeksplorasi library yang tersedia agar dapat mengembangkan aplikasi cross-platform yang baik

  1. Deploy Aplikasi

Ketika anda sudah selesai melakukan proses pengembangan maka anda perlu mengupload aplikasi tersebut ke hosting. Anda dapat melakukannya dengan melakukan build project :

Jika sudah selesai semua anda dapat memasukkannya seluruh folder dan file aplikasi seperti gambar pada folder “ build > web “ ke server anda.

Demikian gambaran singkat dalam membuat aplikasi dengan Flutter, jika anda merasa terlalu sulit untuk mengembangkan aplikasi anda dapat percayakan kepada kami yang sudah ahli dalam mengembangkan aplikasi di berbagai perangkat. Konsultasikan kebutuhan anda dengan kami secara gratis di GeekGarden

Baca juga artikel tentang: Cara membuat sistem informasi

Tinggalkan Balasan