Cara membuat sistem informasi

Cara membuat sistem informasi

Sistem informasi merupakan hal yang penting bagi seluruh pihak baik itu perusahaan multinasional, UMKM, pelaku bisnis, pemerintah, organisasi non profit, sampai institusi pendidikan, maka dari itu di zaman sekarang teknologi sangat berperan penting. Kebutuhan sistem informasi akan berbeda antara setiap organisasi perbedaan masalah, solusi dan tujuan yang ingin tercapai.

Terdapat beberapa pilar yang membentuk sistem informasi. Keempat pilar itu adalah Pengguna (User), Teknologi (Technology), Proses (Process), dan Data, jadi banyak integrasi antar pilar yang di buituhkan . Pilarnya pertama adalah pengguna yang memberi perintah kepada sistem dengan menggunakan data yang ada untuk menghasilkan data yang baru. pilar kedua adalah teknologi sebagai fondasi untuk membangun suatu sistem informasi menjadi cerdas terdiri dari hardware dan software. pilar ketiga adalah proses merupakan pengolahan data yang terinput menjadi output yang sesuai. Terakhir adalah data yaitu bentuk file untuk setiap sistem informasi terkonversi dalam bentuk format digital, integrasi antar sistem, sampai terdistribusi kembali.

Tujuan membuat sistem informasi

Tujuan berbagai pihak membentuk sistem informasi adalah :

  • Mempermudah pengelolaan operasi
  • Meningkatkan performa divisi
  • Mensinergikan kolaborasi tim
  • Mempermudah pengolahan data sebagai bahan pengambilan keputusan
  • Meningkatkan keunggulan kompetitif

8 jenis sistem informasi

Umum bentuk sistem informasi antaranya adalah

Sistem Manajemen

Tujuan utama dengan adanya sistem informasi manajemen adalah untuk memudahkan kegiatan manajerial (pengelolaan), sehingga manager dapat dengan mudah menganalisa. Penggunaan oleh orang yang memiliki jabatan staff ke atas seperti supervisor. Banyak digunakan untuk pemantauan seperti :

  • Memonitor kinerja karyawan
  • Menilai progress pekerjaan
  • Menerima hasil laporan secara rutin
  • Pengolahan data internal perusahaan

Sistem kantor

Sistem ini banyak untuk pekerja kantoran untuk mengintegrasikan server kepada seluruh perangkat komputer karyawan, yang tujuannya adalah untuk mempermudah komunikasi dan transfer data antar divisi. Jika karyawan mentransfer data dari teknis ke marketing. Tidak perlu melalui flashdisk dan berjalan ke orangnya, cukup dengan copy paste ke hard disk server marketing.

Sistem keuangan

Sistem yang berguna untuk mengatur dan memantau arus kas keuangan perusahaan. Utamanya dalam sistem ini merekam berbagai bentuk transaksi antara karyawan untuk menghindari kecurangan dan fraud. Hal yang paling banyak terintegrasikan dengan sistem ini adalah :

  • Mencatat seluruh transaksi dalam jangka waktu tertentu
  • Mengintegrasikan dengan sistem pembayaran
  • Mempermudah audit dan pengecekan arus kas
  • Mengotomatisasi perhitungan pajak dari setiap transaksi

Sistem informasi pemasaran

Sistem informasi tersebut bermanfaat untuk meningkatkan performa sales dan marketing. Dalam hal ini umumnya penggunaannya untuk mencatat segala bentuk aktivitas penjualan beserta programnya oleh masing masing individu seperti :

  • Mengetahui jumlah produk yang terorder
  • Mencari tahu minat pada produk
  • Menganalisa penjualan
  • Mengetahui trend pasar

Sistem informasi kepegawaian (HRD)

Sistem informasi yang banyak oleh divisi HRD. Dalam hal ini umumnya untuk melakukan pengecekan terhadap kehadiran karyawan, jam kedatangan, sampai jumlah jam lembur. Tujuan untuk meningkatkan akurasi HRD dalam memberikan gaji kepada seluruh karyawannya.

Sistem informasi edukasi

Sistem yang banyak oleh institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas. Pihak institusi menggunakannya sebagai sarana penginputan nilai akademik siswa, melacak pembayaran siswa, sampai pemantauan status pembelajaran, sehingga dapat tercatat secara sistematis. Tidak hanya dapat akses oleh dosen dan karyawan pendidikan namun juga dapat akses oleh semua murid.

Sistem informasi kesehatan

Sistem informasi yang hanya tersedia di rumah sakit, klinik, dan apotik. Tujuannya untuk memudahkan seluruh staf dalam memantau kesehatan seluruh pasien yang ada, melaporkan kekosongan kamar medis, melacak pembayaran pasien, sampai stok ketersediaan obat.

Sistem informasi transaksi

Transaksi pasti akan selalu teraplikasi kapanpun sehingga sistem ini hadir sebagai solusi untuk memudahkan pembayaran. Banyak dari berbagai perusahaan yang mengintegrasikan sistem ini ke seluruh produknya untuk membuat konsumen nyaman, sehingga tujuan yang dapat tercapai adalah meningkatkan volume penjualan, mendapatkan laporan penjualan dengan cepat, sampai mempercepat proses verifikasi pembayaran.

Langkah langkah Pengembangan

Dalam hal pengembangan sistem informasi tidak berbeda jauh pada tahapan pengembangan aplikasi pada umumnya antaranya terdiri dari :

Perencanaan

Segala hal butuh perencanaan tidak terkecuali dalam mengembangkan sistem informasi. Pada tahapan ini adalah merencanakan masalah untuk menghadirkan sistem yang dapat menyelesaikan permasalahannya, sehingga menentukan struktur untuk membangun seperti teknologi, hardware untuk mendukungnya, dan besarnya database sebagai penyimpanan datanya.

Dalam perencanaan tidak bisa hanya mengandalkan developer saja namun perlu berbagai pihak seperti kepala divisi sampai manajer proyek untuk berdiskusi membahas :

  • Pandangan mereka terkait masalah
  • Tujuan bagi masing masing divisi
  • Studi kelayakan
  • Anggaran biaya

Analisa

Setelah proses perencanaan terstruktur maka tahapan berikutnya utnuk analisa untuk mengetahui kerangka sistem. Hal tersebut tidak dilakukan oleh programmer biasa. Terdapat posisi khusus yang bernama sistem analis dan analis bisnis.

Mereka berkolaborasi untuk menganalisa alur bisnis dan alur sistem untuk development.. Alur bisnis analisanya oleh bisnis analis dengan memperhatikan alur kerja suatu organisasi baik melalui pengamatan maupun teknik wawancara.

Selain itu sistem analis akan menganalisa juga terkait struktur komponen IT yang dimiliki organisasi untuk membangun sistem yang tidak hanya dapat berjalan dengan baik namun juga responsif dan cepat dengan struktur yang ada.

Desain

Setelah selesainya proses analisa maka sistem analis akan mulai merancang blueprint. Sama halnya seperti seorang arsitek yang membangun rumah maka perlu memperhatikan luas rumah, lebarnya pondasi, letak saluran pembuangan, sampai materialnya. Sistem analis pun tidak berbeda karena dia harus membangun blueprint yang terdiri dari bahasa pemrograman, fitur, arus kerja setiap fitur, struktur keamanan data, sampai tata letak seluruh tombol dan gambar.

Development

Pada tahapan pengembangan adalah mengerahkan tenaga programmer untuk membangun sistem informasi sesuai dengan blueprint yang telah tercetak oleh sistem analis. Beberapa posisi programmer yang mulai bekerja pada tahapan ini adalah Project Manager, backend, frontend, QA/QC, DevOps, dan UI/UX. Project manager berfungsi mengatur seluruh programmer agar dapat menyelesaikan tugasnya dengan tepat waktu. Tim yang memprogram terdiri dari backend, QC, dan DevOps bertugas untuk membangun kerangka sistem. Tim desain yang terdiri dari UI/UX dan Frontend bertugas untuk meningkatkan penampilan layout dan interface.

Debugging

Proses mengecek program yang telah terbangun untuk memastikan bahwa tidak adanya eror dan bug. Hal tersebut dilakukan oleh tim QC.

Implementasi

Pada tahap ini sistem yang terbangun akan migrasi dan instal ke perangkat user. User akan mencoba dan mempelajari segala bentuk fungsi sistem. Jika masih terdapat error maka tahapan akan kembali menjadi debugging.

Pemeliharaan

  • System maintenance. Pemeliharaan hardware maupun software agar terhindar dari malfungsi dan terus berjalan secara normal
  • Backup. Melakukan data backup secara berkala sehingga seluruh sistem dan data selalu aman. Umumnya dilakukan untuk mencegah kesalahan dari manusia (Human Error) yang mengakibatkan hilangnya data
  • Data archive. Tidak hanya membackup data melalui server namun backup perlu dilakukan pada hardware seperti harddisk. Tujuannya untuk menjaga keamanan sistem dan data dari bencana yang tidak diduga seperti bencana alam.

Seluruh proses pengembangan telah selesai maka tahap selanjutnya adalah menjaga secara berkala sistem informasi tersebut. Maintenance rutin perlu dilakukan dengan cara :

Mudahnya membuat sistem

Berikut akhir dari pembahasan cara membuat sistem informasi, jika anda merasa hal tersebut merepotkan maka anda dapat menyerahkan kepada mitra pengembang yang ahli. Geekgarden merupakan mitra developer yang dipercaya selama lebih dari 10 tahun oleh berbagai perusahaan. Tidak hanya mengembangkan sistem namun GeekGarden juga ahli dalam mengembangkan Software dan Aplikasi. Konsultasikan kebutuhan anda kepada kami secara gratis untuk mendapatkan solusi terbaik bagi anda sekarang.

Baca juga artikel kami tentang: Jasa sistem informasi

Tinggalkan Balasan